MUQODDIMAH
Oke,
kenalin nama saya Adhitya Mahatravatama, 100% islam, bukan muallaf, apalagi
hindu buddha. Nama saya yang agak ribet itu diambil dari bahasa sanskerta (Bapak Saya, 2000) yang artinya rajin, baik hati, dan suka menolong.
Seenggaknya ga se-pasaran nama udin lah. Orang yang namanya udin kalo dikumpulin cukuplah itu buat jadi satu negara kesatuan baru. RRU, Republik Rakyat Udin.
Saya lahir di kediri, tapi saya ga tau daerah kediri kecuali rumah kakek saya sendiri. Bukan kakekmu. Bisa dibilang, saya cuma ngaku kalo saya orang kediri waktu disuruh ngisi biodata
yang ada pertanyaan tentang tempat tanggal lahir-nya. 8 nopember 2000 saya mbrojol dengan selamat, di tahun yang disebut milenial sama orang-orang, tapi saya ga pernah mau disebut dengan sebutan milenial, apalagi “generasi micin”
(pikiran ini muncul setelah nonton film generasi micin vs kevin) karena secara,
kita ga bisa menyalahkan jaman dan memukul rata seluruh umat kelahiran 2000 ke
atas dengan sebutan “micin” yang mau nya instan dan without effort, karena
menurut saya perkembangan jaman itu udah kodrat, dan masalah micin dan lain
sebagainya, itu balik ke pribadi masing-masing.
Oke, saya rasa obrolan tentang micin tadi kurang berfaedah.
Dalam
hitungan sistematis, umur saya sekarang udah 18 tahun. Umur yang belum cukup
tua, tapi udah lulus sensor lah buat nonton film skidipapap asoy indehoy. Saya adalah seorang remaja bearbrand yang
menyatukan berbagai macam keragaman. Lahir di kediri dan tinggal disana sekitar
cuman 3 tahun (saya udah bilang kalo saya ga tau sama sekali daerah kediri),
kemudian saya pindah ke Sidoarjo, menjalani masa bocil yang penuh dengan warna
warni kehidupan tanpa gadget. Masa SMP dan SMA saya mulai dilatih jadi seorang
“anak rantau”, meskipun ngerantau nya ke Ponorogo doang sih, ga jauh-jauh amat. Saya jadi santri dan menanggung beban mindset “anak baik” di mata emak-emak
tetangga dengan background pesantren itu.


0 komentar