Belanjaan
Layar PC belum sepenuhnya mati saat dia berteriak memanggil dari ruang seberang. 'Kamu bawa motor kan? Anterin aku belanja ya'. Memang ada ya pedagang sayur malam begini, batin saya. Kita kemudian pergi dan betul saja, ada dong pedagang sayur malam hari.
Seingat saya, itu kali pertama saya pergi belanja sayur. Mungkin pernah waktu kecil dengan Ibu, tapi saya tidak begitu ingat. Dari belanja sayur, pertemanan kita mulai terbuka jalur.
Selama hampir dua tahun saya mengenalnya, dia adalah orang yang sangat jujur. Semua natural, apa adanya. Saya masih ingat bagaimana kita pergi membeli laptop, dia menangis di musholla setelah sholat dzuhur pada Mas-nya, dan bercerita pada saya tentang apa yang terjadi. Juga banyak obrolan, candaan, dan tingkah laku freak tapi natural lainnya. That's just how she is.
Lebih lucunya lagi, dia peduli (bener peduli kan ya?) terhadap kisah asmara saya yang sejauh ini masih bapuk. Dengan ngeyel dan sepenuh hati dia mengingatkan saya untuk berhenti menyukai seseorang, dalihnya karena saya sudah dianggap seperti adiknya. Dia tidak mau melihat saya sakit hati.
Akh terlalu melebih-lebihkan ini, Mas.
Pagi ini di Kota Bahari tapi bagian Kabupaten, harinya tiba. Dia dan Mas-nya resmi menjadi suami istri. Saya hadir terlalu dini, sendirian dan ngang ngong di depan. Bahkan sempat dikira warga lokal dan ditanya tempat parkir mobil oleh tamu lain. Kok isok ckckck.
Akhirnya saya berjalan nyelonong ketika para Mbak-Mbak Penjaga Gate Masuk sibuk membenarkan gaun mereka. Merasa terhitung sebagai tamu yang tidak terlihat tamu, saya sigap memilih kursi sebelah Bakso Aci, kemudian scroll Twitter sampai penghulu hadir di venue.
Rasanya khidmat sekali. Saya melihat Mas-nya begitu berwibawa menjawab pertanyaan penghulu. Juga dia keluar dari rumah dengan anggun tapi tiba-tiba nangis di atas panggung. Kontradiktif, aneh memang.
![]() |
| Mbak & Mas di Panggung |
Tiba waktu bersalaman di panggung (kalau di punggung, susah dong) dan sesi foto. Berjabat tangan langsung dengan Mas yang luar biasa. Juga mengucap selamat pada mempelai wanita. Saya, dari mengantar membeli belanjaan, melihatnya tersenyum di pelaminan.
Alhamdulillah, cocok sekali mereka berdua. Semoga senantiasa diberkahi Allah SWT. Aamiin~



0 komentar